Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Karena Aku Seorang Muslimah

Dunia hanyalah tempat singgah
Tak seharusnya hidup dirundung gelisah
Tak perlu risau dengan wajah
Tak perlu sedih pakaian sederhana nan lusuh
Tak perlu galau harta tak berlimpah
Tak perlu pupus harapan atas apa yang belum diraih
Tak perlu kecewa dengan pacar harus berpisah
Tak perlu galau karena teman lelaki menjauh
Tak perlu... dan tak perlu hati menjadi gundah
Selagi Islam prinsip hidup yang kupilih
Selayaknyalah jiwa berselendang indah
Di mata sang Khalik yang Maha Indah
Kupersembahkan diri untuk ibadah
Karena aku seorang muslimah.



Kupersembahkan untuk Muslimah
Semoga tegar di jalan dakwah
dari akhukum fillah
Samsul Basri , SSi, MEI





read more

Malam 27 Malam Lailatul Qadri

Oleh : Samsul Basri, SSi, MEI




Sepuluh ramadhan terakhir kian berakhir,
Terus berjalan sesuai takdir,
Satu malam mulia nan berkah segera hadir,
Namun manusia seolah tak sadar,
Terjerat syaitan dalam tipu daya dan makar,
Lebih suka ngumpul berjalan di trotoar,
Malam 1000 bulan tak ingin dikejar,
Pahala berlipat tak menjadi risau dan fikir,
Tak sedih melewatkan ibadah dan dzikir,

Malam ramadhan menjadi sangat tak berarti,
Selagi syubhat dan syahwat dituruti.

Saudaraku para perindu surga,
Waspadalah terhadap manusia,
Tapi kamu harus jadi manusia,
Harus jadi manusia,
Manusia adalah manusia,
Tapi tidak setiap manusia itu manusia,
Hilanglah kemanusiaan,
Yang tinggal hanyalah manusia-manusiaan,
Dan bukanlah manusia sejati selagi terbesik keputusasaan.

Jangan sedih dirundung gelisah,
Bila malam ke 21, 23, dan 25 terlewatkan karena lemah,
Malam ini malam ke 27 peluang malam penuh berkah,
Sahabat Rasulullah saw, Ubay bin Ka'ab r.a berkata :

ٌوَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ - يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى - وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ الله -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya malam itu (lailatul adri) terdapat di bulan Ramadlan. Dan demi Allah, sesungguhnya aku tahu malam apakah itu. Lailatul Qadr adalah malam, dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat di dalamnya, malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot. (HR. Muslim, no. 1272)
read more

Ramadhan Belum Berakhir

Samsul Basri, SSi, MEI.

Engkau belum terlambat kawan
Belumlah benar-benar terjadi perpisahan
Kejarlah yang tersisa dari kemuliaan
Bersungguh sungguhlah dalam amalan
Dua hari ini masih berbingkai keberkahan
Amal shalih masih dilipat gandakan
Tak berubah sebagaimana awal kedatangan
Peluang terakhir pencinta kebaikan
Menjadi pemenang di akhir ramadhan.


Bila engkau masa bodoh tak peduli
Gembira karena ia akan pergi
Maka sungguh engkau telah merugi
Dan kelak akan menyesali diri
Ketika kematian datang menghampiri
Engkau akhirnya sadar diri
Betapa waktu terbuang tak berarti

Dua hari tersisa ramadhan
Masih panjang dan tak boleh terlewatkan
Bahkan sedetik sekalipun
Karena doa pasti terkabulkan
Jangan pudarkan siang dengan kelalaian
Atau gelap karena dosa maksiat terang-terangan
Jangan pendekkan malam dengan tidur kekenyangan
Atau singkat karena nafsu diperturutkan.
Jangan tinggalkan i'tikaf karena godaan,
Garis finish mulai tampak di depan
Bertahan dan tetaplah bertahan,
Menjadi insan bertakwa meraih keridhaan,
Itulah sejatinya kemenangan,
Di dunia hati damai penuh ketenangan,
Di akhirat mendapat balasan kebaikan,
Janji yang benar dari Rabbul 'aalamin.

Ya Allah rahmati kami dengan al-Qur'an,
Jadikanlah ia sebagai imam yang menuntun,
Sebagai cahaya penerang gelapnya kebodohan,
Sebagai petunjuk dari sempitnya kehidupan,
Dan rahmat yang terus turun bercucuran,

Ya Allah ingatkan kami jika terjatuh pada kesalahan,
Ajarkan bila kami terperangkap dalam kelupaan,
Rezekikan untuk kami kelezatan membaca al-Qur'an,
Di penghujung malam dan siang dalam keistiqamahan,
Dan jadikanlah ia sebagai hujjah dalam kebaikan,
Kepada-Mu wahai Rabbul 'aalamin,
Jiwa kami dipersembahkan dan ditundukkan.

Ramadhan, 28 1436H
Akhukum Fillah
Di Kota Hujan.
read more

Hamba Allah, bukan Hamba Ramadhan



Oleh : Samsul Basri, S.Si, M.E.I

Saudaraku Fillah,
Jika karena Ramadhan engkau ibadah, 
Kini Ramadhan pergi menjauh.
Mungkin anda mengeluh,
Mendapati kekuatan ruhiyah melemah,
Shalat malam, puasa, tadarrus dan sedekah,
menjadi berat dan susah,
Lima waktu di masjid tak kuat melangkah,
Segeralah berbenah,
Sepertinya di hati ada masalah.

Jika anda  gembira senyum sumringah,
Karena banyak hal akhirnya boleh,
Bukan karena merasa kembali fitrah,
Efeknya bisa lebih parah,

Pemuja hawa nafsu contohnya,
Merasa bebas merdeka,
Ramadhan seolah hidup penjara,
Segudang aktifitas syahwt kini jadi agenda,
Lupa kepada Allah yg Maha Kuasa,
Padahal kematian sebentar lagi menyapa,
Kelak hanya penyesalan yg tersisa,
Atas waktu yg berlalu sia-sia.

Ramadhan memang nikmat,
Ilmu terasa melekat,
Amal ibadah terasa kuat,
Persaudaraan menjadi hebat,
Rahmat Allah begitu dekat,
Pahala jadi berlipat,

Tapi Saudaraku fillah
Akhir Ramadhan bukan akhir Ibadah,
Ia titik tolak untuk melangkah,
Melawan musuh yg tak mau kalah,
Yang Terus menggoda pantang menyerah,

Anda harus tetap istiqamah,
Bila sejatinya anda perindu Jannah,
Bila karena Allah engkau ibadah.
Ia Kekal dan Selamanya tidak menjauh,
Rahmat-Nya pun begitu berlipah.
Kelak kematian membalut tubuh,
Di bibir kalimat tauhid tertoreh,
Kubur menjadi tempat bergairah,
Akhirat pintu surga terlihat indah,
Itulah sebesar-besarnya hadiah,

Dunia singkat dan sementara,
Akhirat abadi dan selamnya,
Dunia tempat beramal dan berkarya,
Bukan tempat berbangga-bangga,
Akhirat tempat balasan pahala dan dosa,
Bukan lagi untuk bekerja,
Tak ada arti harta n kemewahan dunia,
Dan tak ada arti sesalan di sana,
Bergembiralah anda,
Karena ruh masih bersemayam di jiwa,
Kematian belum menyapa,
Anda masih hidup di dunia,
Ingatlah selalu ayat ini di dada,

وتزودوا فإن خير الزاد التقوي.  
"Berbekallah kalian sungguh sebaik-baik bekal adalah Taqwa" (QS. 2 : 197)
read more

ANDAI INI RAMADHAN TERAKHIRKU



Oleh : Samsul Basri

Waktu bergulir cepat
Berlalu hilang, pergi tak mendekat
Berganti bulan, hari, jam dan menit
kini waktu menyapa hangat
Sejuta misteri menyambut tak terlihat
Baik atau buruk, kejutan yang melekat
Hidup di dunia memang penat
Sementara, dan begitu singkat
Itulah takdir Sang Maha Kuat
Hanya Ulul Albab yang berjiwa hebat
yang bisa memetik manfaat.

Senyum sumringah penghujung Sya’aban
Menyambut Tamu penuh kemuliaan
Bintang gemintang dalam kegelapan
Bagai lampu penuntun jalan
Langit cerah biru menawan
Permadani alam dihamparkan
Kicau Burung bernyanyi melantun
Pepohonan menari mengibas angin
Ombak beradu bagai parade di lautan
Gunung kekar, tenang dalam barisan
Tamu agung dalam perjalanan
Tampak anggun dengan sejuta kemenangan
Marhaban ya Ramadhan

Allah berseru,
يآيها الذين آمنوا
Wahai orang-orang yang beriman
Wahai yang bersedia menyambut seruan
Wahai yang bersegera dalam kebaikan
Wahai Yang melapangkan dada untuk pengabdian
Wahai yang dikarunia jiwa tenang dan aman
Engkaulah yang Tergerak dan terpanggil untuk ketaatan

كتب عليكم الصيام
Diwajibkan atas kalian berpuasa
Menahan lapar dan dahaga
Terhadap si miskin menjadi peka
Persaudaraan semakin terasa
Qiyamullail 11 rakaat dijaga
Ibadah malam jadi terbiasa
Cinta hamba semakin nyata
Lembar demi lembar al-Qur’an terbaca
Demikian pula hadits dan kitab ulama
Kajian pagi dan sore membahana
Sebulan lamanya tak terasa
Karena hari penuh dzikir dan doa
buruk, keji, maksiat dan dosa
ditinggalkan selamanya.

كما كتب على الذين من قبلكم
Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian”
Merekalah yang menapaki jalan kesuksesan
Penuh kesabaran dan keridhaan
Menjadikan Allah sebagai tujuan
Cita-cita surga menjadi balasan
Merekalah Para Nabi, Siddiqin, Syuhada dan shalihin

لعلكم تتقون
Agar kalian menjadi hamba yang bertakwa”
Pemenang yang sebenarnya
Hidup berkah dan bahagiah di dunia
Terbebas siksa kubur yang membara dan mendera
di Mahsyar Berkumpul sejahtera
catatan amal penuh kebaikan suka cita
Melewati shirat sekejap kedipan mata
Mampir di Telaga Rasul menghilangkan dahaga
Tanpa hisab dan azab melangkah menuju Surga
Itulah Sebesar-besar pahala
Dari Allah yang Maha Mulia

Berpuasalah wahai Insan yang beriman
Titilah jalan pendahulu kalian
Jangan sombong, tak berbelas kasihan
Setiap hidup berjumpa kematian
Boleh jadi ini terakhir ramadhan
Siapkanlah bekal takwa untuk perjalanan
Raihlah pahala banyak untuk kemenangan
Boleh jadi ramadhan tahun depan
Menjadi sebuah harapan

Karena umur tidak kesampaian.
read more

Jalan Perjuangan



Oleh : Mardin (Abu Sulaeman)

Jangan tanya tentang jalan hidupku
ia adalah tangga obsesi besar
Merajut cinta membumbung langit
Dirimu Mungkin tak sudi menapakinya

Pahitnya derita harus ditahan
Intimidasi dan hinaan bagai angin berlalu
Tersisih bahkan asing di negeri sendiri adalah biasa

Segudang persoalan jelas di pelupuk mata
Langkah tertati meraba dalam gelap
batu terikat menahan lapar perut terlilit,
kerongkongan mengemis kehausan
butiran air mata menetes dalam hening menahan sakit
lelah, letih, capek, berkuah keringat
itulah warna-warni hidup yang ku jalani kawan

Banyak jalan  bisa kau susuri
Membuka pintu manisnya dunia
Jatuh dalam dekapan indah nan menawan
Tertaut dengannya, mengikat banyak hati
menghijaukan pandangan bagi pemuja
tapi jalanku bukan itu kawan

Sungguh ia jalan kumuliaan
Menuntut perjuangan dan pengorbanan
seseorang mungkin larut kemerlap dunia
tapi Aku tetap teguh dan kokoh di atas jalan ini 
jalan kafilah para perindu surga

Tak kubiarkan kaki lari menyimpang jalan itu
Sekiranya Nabi Musa membelah laut merah dengan tongkatnya
Aku akan membelah lautan dengan semangat
Kaki akan terus berpijak di atas jalan dakwah,
Kuat, tak bergeser, walau terjalnya kesengsaraan hidup harus ditapaki walau tubuh kecil ini luka tersayat pisau penderitaan,
AKu tetap di atas jalan ini kawan 
Jalan ini, medan lomba para penyeru kebaikan
jalan yang ujungnya kebahagiaan
jalan yang telah ditempuh ribuan tahun
oleh manusia pilihan
oleh para rasul Allah
hingga mulia di puncak kenikmatan

Jangan kau resah kawan
Tak perlu sedih dengan diriku
Bagiku, ini pilihan
Karena ia jalan para nabi.
read more

Bagimu Sang Pejuang


By : SABAR (SAmsul BAsRi)

Bismillah.
Puisi untuk sang pejuang,
Simaklah dengan tenang,
Motivasi untuk menang,

Sarana dosa terpampang,
Kita jangan jadi pembangkang,
Menuruti syahwat yang menyimpang,
Dipimpin iblis yang sombong,


Hidup di dunia tak lekang,
Kematian menghadang,
Perpisahan kan datang,

Selagi ruh di badan,
kita harus komitmen,
Fitnah bertebaran,
Sabar jadi keharusan,
Islam adalah kebenaran,


Allah Rabbul 'alamin,
Apa pun yang kita lakukan,
Ridha-Nya adalah tujuan,
Amalan kelak dipertanyakan,
Hanya 1 dari 2 pilihan,
Kemulian atau kehinaan,
Kemenangn atau kegagalan,
Jannah atau naarun,


Berbekallah dengan takwa, krn ia sbaik-baik bekal yang ada.


read more

MALU (Maksiat Melulu)


Oleh : Samsul Basri

Hari Berlalu dan terus berganti
Menjauh dan tak sudi datang kembali
Umur adalah kumpulan hari
kelak habis dan pergi
Itulah akhir atau mati
Manusia hidup hanya sekali
Karena dunia tak abadi
Dunia singkat sementara
Namun manusia lalai terlena
Sibuk dengan harta
Ibadahpun terlupa
Kelak akan sengsara
Di Akhirat, Api menyala
Panas membara

read more

Jangan Galau

By: Samsul Basri

Akhi.... galau adalah sahabat keputus asaan,
bukan tanda kemenangan,
jangan biarkan himmah (cita-cita) tertelan,
oleh syahwat yang tak terpuaskan,
dunia bukan tujuan,

Ayam tak punya pikiran
dan tak pernah berfikir kawin
namun ia selalu kawin

Antum bernilai karena IMAN
ILMU bagimu adalah penuntun
dan ISLAM adalah jalan keselamatan

fokus dengan tiga itu
bersbar dan jangan galau
yakinlah bidadari menunggu
itulah janji Rabb-mu
read more

BANJIR (Bersama dan jangan sendiri)

By: Samsul Basri

Suara Guntur  terdengar  keras
Hujan pun turun demikian deras
Sebagian Jiwa tertidur pulas
Air mengalir dari atas
Masuk Asrama  tanpa batas

Ikhwan bangun berlarian
Sibuk dengan berbagai kerjaan
Antisipasi banjir menjadi keharusan
Saling membantu adalah kewajiban.

Wahai para da’i yang lelap mendengkur
Wahai para da’i yang mulai berfikir pacar
Wahai para da’i dengan semangat mengendur
Wahai para da’i yang hanya sibuk mencari gelar
Wahai para da’i yang saling tahdzir mentahdzhir
Wahai para da’i yang suka mencari salah dan menganggap benar
Tidakkah engkau segera bangun tersadar
Dan mulai befikir
Tidakkah engkau melihat realitas sekitar
Dengan mata melebar

Maksiat membanjir
Menenggelamkan akhlak dan budi luhur
Menyisakan ribuan bahkan jutaan generasi muda tak bermoral
Fitnah dan kurafat  tumbuh menjamur
Masyarakat mengenal ilmu kian kabur
Belum lagi syirik mewabah dan menyebar
Merusak Aqidah tak kenal umur
Mendorong langkah menuju lembah binasa membakar

Mana  rasa cemburu
Mana jiwa yang Satu
Mana potensi berpadu

Liberal melempar syubhat sana sini
Demi uang aqidah digadai
Syiah tampil seolah pejuang islami
Dengan takiyyah manusia dikelabui
Pejuang gender tampil unjuk gigi
Melawan Allah perempuan berani

Bersatulah wahai da’i
Kawan  Lawan jangan salah nilai
Rapatkan barisan  jangan lari
Hadapi musuh jangan sendiri
Kibarkan jihad satukan potensi
Jangan takut dan rendah diri
Islam ajaran yang tinggi

Pijakkan langkah warnai bumi
Ilmu islam terus dikaji
Semangat jihad berkobar tiada henti
Niat besih dan suci
Tak peduli hidup atau mati
Selama ridha Allah di sisi
Itulah pejuang sejati

Pekikkan kalimat Takbir
Agar  jiwa tetap tegar
Prinsip Istiqamah tak bergeser
Bumi bergetar
Dan musuh gemetar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar


8 Muharram 1433H
Ma’had Ulul Albab UIKA Bogor

read more

PUISI MUHASABAH

0leh : Samsul Basri
Wahai jiwa yang lengah dan tengah terpedaya,
Betapa seringnya engkau larut dalam dosa,
Betapa mudahnya engkau digoda,
Syaitan la’natullah alaihi adalah musuh yang nyata,
Jangan kau ikuti langkahnya yang fana,
Menuju kesenangan syahwat sementara,
Ia datang dan terus menggoda,
Menemanimu dalam canda dan tawa,
berbagi dalam suka dan duka,
Hidup bersamamu dalam miskin atupun kaya,
Jangan kau tertipu dengan kesetiaan dan pengorbanannya,
Ia tidak mengingkan darimu kecuali sengsara,
ia butuh sahabat yang siap binasa,
Dalam neraka yang menyala,
Ia datang dalam tirai malam yang gelap,
Berbisik lembut dan mendorongmu tahap demi tahap,
“Aktifkan internetmu ada berita mantap,”
“Klik youtube dan lihatlah yang terungkap”,
“gali dan cari terus hingga syahwat melahap”
Malam itu telah kau lihat di layar belasan gadis remaja tak berpakaian,
Aurat wanita dipamer dan diobral murahkan,
Kartun jorok ikut tertonton,
Video adegan ranjang pun tak terelakkan,
Apakah engkau menyesal dan menangis,
Bahkan engkau terus haus,
Tak peduli waktu (malam pagi siang atau sore) menggores,
Selagi lapang dan kesemptan luas,
Engkau akan mengulang dan mengulang tanpa puas,
Menjadi hobi menuruti nafsu buas.
Jangan engkau larut wahai jiwa,
Duniamu  akan sia-sia,
Akhiratmu lebih menderita,
Perbuatanmu adalah dosa,
Ingatlah Allah saja,
Takutlah pada-Nya Rabb yang Maha Kuasa,
Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya,
Engkau belum terlambat,
Segeralah bertaubat,
Tolaklah Iblis dan tentaranya dengan kuat,
Perangi mereka penuh semangat,
hinga mereka lari , kentut dan terbirit birit,
Bertaqwalah dikala ramai dan sendiri,
Jadikan doa, dzikir dan ibadah penyejuk hati,
Memberi warna hidup setiap hari,
Sebagai hamba hakiki,
Berharap Ridha Ilahi,
Perindu syurga sejati,
Itulah kemuliaan dan kemenangan abadi.


Bogor, 01 November 2012
Di Ma’had Ulul Albab
read more

Tegarlah Wahai Pemuda Islam

kupersembahkan buat TUNAS LIDMI Indonesia ke-2
By : Samsul Basri


Sampai kapan manusia menentang… ?
Sampai kapan manusia membangkang…?
Sampai kapan manusia membingung …?
Dan sampai kapan maksiat terpampang…?

Aurat terlihat di sepanjang jalan,
Wanita dandan untuk dijajan… !!!
Hukum Allah tidak dihiraukan…!!!

Meminum miras…
Tak pernah puas …!!!
Harta panas dimakan buas
Di mata manusia ganas,
Hukum Allah menjadi Bias…!!!

Layar kaca sepanjang malam…
Acara kelam tak pernah padam …!
Disyahwat hitam kita tenggelam …
Hukum Allah tak diindahkan..!!!

Miskin dan fakir…
tak pernah terfikir…
uang membanjir …
bertambah kikir …
di mata manusia glamour
Hukum Allah tidak khawatir…

Muda-mudi membaur diri
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji
Belum nikah sudah berbayi
Nikah sirri jadi solusi
Hukum Allah tak dikaji.

Apa yang kau tunggu ???
Kita harus bersatu …!!!
Negeri kita harus disapu …
Bila kau terus termangu,
Kita semua kan tersapu.

Apa yang kau cari ???
Kita harus berani …!!!
Negeri kita terus menanti …
Bila kau terus berdiri,
Kita semua kan terbasmi.

Apa yang kau mau ???
Kita saling membantu …!!!
Negeri kita kian membatu …
Jangan bertopang dagu,
Menjadi orang yang malu,
Bagai bunga yang layu.

Mari bergerak satukan langkah …
Jangan biarkan jiwa resah…
Karena jalan kita tidak salah…
Onak dan duri memang susah…
Tapi Pahala terus berbuah …
Karena hidup dalam berdakwah,

Kelam… Mata memejam
Masa depan anak bangsa kian suram
Melupakan bangkai terbengkalai membungkam
Perjuangan belum maksimum
Masa lalu Sahabat Nabi belum mengawan,
Saat pemuda Islam mengikat janji persaudaraan
Berikrar dalam satu Ikatan
Berpegang pada satu kata: Persatuan!
Wahai pemuda Islam sebagai perwakilan!
Tahukah kalian penuh kesadaran ?,
Pakaian Islam akan terkoyak berhamburan
Bila hanyut dalam perpecahan.

Bangkitlah pemuda Islam dimanapun kaki berpijak!
Genggam teguh satu keyakinan sambil bergerak,
Bangunan Islam Harus Tegak,
Demi kejayaan Islam di Kampus kelak.


Kini Tangan tengadah tanda meminta…
Kepada Allah Maha Menata…
Hati berharap penuh rasa
Komat kamit bibir bersua
larut jiwa dalam duka…
doa terpanjat suka ria…





Ya Allah, berilah hati yang teguh kepada Pemuda Islam…,
hanya untukMu dan karenaMu… Cinta tertanam,
demi agamaMu…, Jiwa terbenam,
dalam kegelapan kubur yang kelam,
Hidup damai dan tentram.

Tinta pena Pemuda Islam ditajamkan,
 menebus muruah islam dimenangkan…,
Langkah kaki bertaut mengayun,
rumahMu ya Allah menjadi tujuan…,
ketika adzan 5 waktu mengalun.

Diam mereka zikir dan fikir…,
kata mereka benar…, Dan hanya yang benar…,
Raayatul islam harus berkibar
kebangkitan Ummah harus menjamur.

Ya Allah, Hiasi hidup pemuda dakwah
 dengan permata suri solehah…,
Menghibur suami yang sah…,
Dengan puisi wahyu dariMu yang Maha Indah.

Menenangkan jiwa kami dengan Islam dan Iman,
Menitip rindu pada sebuah kematian…,
Yang menjadi jambatan pertemuan,
 denganMu Yang Maha Rahman…,
 Amin… Ya Rabbal alamin.




read more