Dunia hanyalah tempat singgah
Tak seharusnya hidup dirundung gelisah
Tak perlu risau dengan wajah
Tak perlu sedih pakaian sederhana nan lusuh
Tak perlu galau harta tak berlimpah
Tak perlu pupus harapan atas apa yang belum diraih
Tak perlu kecewa dengan pacar harus berpisah
Tak perlu galau karena teman lelaki menjauh
Tak perlu... dan tak perlu hati menjadi gundah
Selagi Islam prinsip hidup yang kupilih
Selayaknyalah jiwa berselendang indah
Di mata sang Khalik yang Maha Indah
Kupersembahkan diri untuk ibadah
Karena aku seorang muslimah.
Kupersembahkan untuk Muslimah
Semoga tegar di jalan dakwah
dari akhukum fillah
Samsul Basri , SSi, MEI
read more
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Oleh : Samsul Basri, SSi, MEI
Sepuluh ramadhan terakhir kian berakhir,
Terus berjalan sesuai takdir,
Satu malam mulia nan berkah segera hadir,
Namun manusia seolah tak sadar,
Terjerat syaitan dalam tipu daya dan makar,
Lebih suka ngumpul berjalan di trotoar,
Malam 1000 bulan tak ingin dikejar,
Pahala berlipat tak menjadi risau dan fikir,
Tak sedih melewatkan ibadah dan dzikir,
Malam ramadhan menjadi sangat tak berarti,
Selagi syubhat dan syahwat dituruti.
Saudaraku para perindu surga,
Waspadalah terhadap manusia,
Tapi kamu harus jadi manusia,
Harus jadi manusia,
Manusia adalah manusia,
Tapi tidak setiap manusia itu manusia,
Hilanglah kemanusiaan,
Yang tinggal hanyalah manusia-manusiaan,
Dan bukanlah manusia sejati selagi terbesik keputusasaan.
Jangan sedih dirundung gelisah,
Bila malam ke 21, 23, dan 25 terlewatkan karena lemah,
Malam ini malam ke 27 peluang malam penuh berkah,
Sahabat Rasulullah saw, Ubay bin Ka'ab r.a berkata :
ٌوَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ - يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى - وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ الله -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya malam itu (lailatul adri) terdapat di bulan Ramadlan. Dan demi Allah, sesungguhnya aku tahu malam apakah itu. Lailatul Qadr adalah malam, dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat di dalamnya, malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot. (HR. Muslim, no. 1272) read more
Sepuluh ramadhan terakhir kian berakhir,
Terus berjalan sesuai takdir,
Satu malam mulia nan berkah segera hadir,
Namun manusia seolah tak sadar,
Terjerat syaitan dalam tipu daya dan makar,
Lebih suka ngumpul berjalan di trotoar,
Malam 1000 bulan tak ingin dikejar,
Pahala berlipat tak menjadi risau dan fikir,
Tak sedih melewatkan ibadah dan dzikir,
Malam ramadhan menjadi sangat tak berarti,
Selagi syubhat dan syahwat dituruti.
Saudaraku para perindu surga,
Waspadalah terhadap manusia,
Tapi kamu harus jadi manusia,
Harus jadi manusia,
Manusia adalah manusia,
Tapi tidak setiap manusia itu manusia,
Hilanglah kemanusiaan,
Yang tinggal hanyalah manusia-manusiaan,
Dan bukanlah manusia sejati selagi terbesik keputusasaan.
Jangan sedih dirundung gelisah,
Bila malam ke 21, 23, dan 25 terlewatkan karena lemah,
Malam ini malam ke 27 peluang malam penuh berkah,
Sahabat Rasulullah saw, Ubay bin Ka'ab r.a berkata :
ٌوَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ - يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى - وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ الله -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya malam itu (lailatul adri) terdapat di bulan Ramadlan. Dan demi Allah, sesungguhnya aku tahu malam apakah itu. Lailatul Qadr adalah malam, dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat di dalamnya, malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot. (HR. Muslim, no. 1272) read more
Samsul Basri, SSi, MEI.
Engkau belum terlambat kawan
Belumlah benar-benar terjadi perpisahan
Kejarlah yang tersisa dari kemuliaan
Bersungguh sungguhlah dalam amalan
Dua hari ini masih berbingkai keberkahan
Amal shalih masih dilipat gandakan
Tak berubah sebagaimana awal kedatangan
Peluang terakhir pencinta kebaikan
Menjadi pemenang di akhir ramadhan.
Bila engkau masa bodoh tak peduli
Gembira karena ia akan pergi
Maka sungguh engkau telah merugi
Dan kelak akan menyesali diri
Ketika kematian datang menghampiri
Engkau akhirnya sadar diri
Betapa waktu terbuang tak berarti
Dua hari tersisa ramadhan
Masih panjang dan tak boleh terlewatkan
Bahkan sedetik sekalipun
Karena doa pasti terkabulkan
Jangan pudarkan siang dengan kelalaian
Atau gelap karena dosa maksiat terang-terangan
Jangan pendekkan malam dengan tidur kekenyangan
Atau singkat karena nafsu diperturutkan.
Jangan tinggalkan i'tikaf karena godaan,
Garis finish mulai tampak di depan
Bertahan dan tetaplah bertahan,
Menjadi insan bertakwa meraih keridhaan,
Itulah sejatinya kemenangan,
Di dunia hati damai penuh ketenangan,
Di akhirat mendapat balasan kebaikan,
Janji yang benar dari Rabbul 'aalamin.
Ya Allah rahmati kami dengan al-Qur'an,
Jadikanlah ia sebagai imam yang menuntun,
Sebagai cahaya penerang gelapnya kebodohan,
Sebagai petunjuk dari sempitnya kehidupan,
Dan rahmat yang terus turun bercucuran,
Ya Allah ingatkan kami jika terjatuh pada kesalahan,
Ajarkan bila kami terperangkap dalam kelupaan,
Rezekikan untuk kami kelezatan membaca al-Qur'an,
Di penghujung malam dan siang dalam keistiqamahan,
Dan jadikanlah ia sebagai hujjah dalam kebaikan,
Kepada-Mu wahai Rabbul 'aalamin,
Jiwa kami dipersembahkan dan ditundukkan.
Ramadhan, 28 1436H
Akhukum Fillah
Di Kota Hujan. read more
Engkau belum terlambat kawan
Belumlah benar-benar terjadi perpisahan
Kejarlah yang tersisa dari kemuliaan
Bersungguh sungguhlah dalam amalan
Dua hari ini masih berbingkai keberkahan
Amal shalih masih dilipat gandakan
Tak berubah sebagaimana awal kedatangan
Peluang terakhir pencinta kebaikan
Menjadi pemenang di akhir ramadhan.
Bila engkau masa bodoh tak peduli
Gembira karena ia akan pergi
Maka sungguh engkau telah merugi
Dan kelak akan menyesali diri
Ketika kematian datang menghampiri
Engkau akhirnya sadar diri
Betapa waktu terbuang tak berarti
Dua hari tersisa ramadhan
Masih panjang dan tak boleh terlewatkan
Bahkan sedetik sekalipun
Karena doa pasti terkabulkan
Jangan pudarkan siang dengan kelalaian
Atau gelap karena dosa maksiat terang-terangan
Jangan pendekkan malam dengan tidur kekenyangan
Atau singkat karena nafsu diperturutkan.
Jangan tinggalkan i'tikaf karena godaan,
Garis finish mulai tampak di depan
Bertahan dan tetaplah bertahan,
Menjadi insan bertakwa meraih keridhaan,
Itulah sejatinya kemenangan,
Di dunia hati damai penuh ketenangan,
Di akhirat mendapat balasan kebaikan,
Janji yang benar dari Rabbul 'aalamin.
Ya Allah rahmati kami dengan al-Qur'an,
Jadikanlah ia sebagai imam yang menuntun,
Sebagai cahaya penerang gelapnya kebodohan,
Sebagai petunjuk dari sempitnya kehidupan,
Dan rahmat yang terus turun bercucuran,
Ya Allah ingatkan kami jika terjatuh pada kesalahan,
Ajarkan bila kami terperangkap dalam kelupaan,
Rezekikan untuk kami kelezatan membaca al-Qur'an,
Di penghujung malam dan siang dalam keistiqamahan,
Dan jadikanlah ia sebagai hujjah dalam kebaikan,
Kepada-Mu wahai Rabbul 'aalamin,
Jiwa kami dipersembahkan dan ditundukkan.
Ramadhan, 28 1436H
Akhukum Fillah
Di Kota Hujan. read more
Oleh : Samsul Basri, S.Si, M.E.I
Saudaraku Fillah,
Jika karena Ramadhan engkau ibadah,
Kini Ramadhan pergi menjauh.
Mungkin anda mengeluh,
Mendapati kekuatan ruhiyah melemah,
Shalat malam, puasa, tadarrus dan sedekah,
menjadi berat dan susah,
Lima waktu di masjid tak kuat melangkah,
Segeralah berbenah,
Sepertinya di hati ada masalah.
Jika anda gembira senyum sumringah,
Karena banyak hal akhirnya boleh,
Bukan karena merasa kembali fitrah,
Efeknya bisa lebih parah,
Pemuja hawa nafsu contohnya,
Merasa bebas merdeka,
Ramadhan seolah hidup penjara,
Segudang aktifitas syahwt kini jadi agenda,
Lupa kepada Allah yg Maha Kuasa,
Padahal kematian sebentar lagi menyapa,
Kelak hanya penyesalan yg tersisa,
Atas waktu yg berlalu sia-sia.
Ramadhan memang nikmat,
Ilmu terasa melekat,
Amal ibadah terasa kuat,
Persaudaraan menjadi hebat,
Rahmat Allah begitu dekat,
Pahala jadi berlipat,
Tapi Saudaraku fillah
Akhir Ramadhan bukan akhir Ibadah,
Ia titik tolak untuk melangkah,
Melawan musuh yg tak mau kalah,
Yang Terus menggoda pantang menyerah,
Anda harus tetap istiqamah,
Bila sejatinya anda perindu Jannah,
Bila karena Allah engkau ibadah.
Ia Kekal dan Selamanya tidak menjauh,
Rahmat-Nya pun begitu berlipah.
Kelak kematian membalut tubuh,
Di bibir kalimat tauhid tertoreh,
Kubur menjadi tempat bergairah,
Akhirat pintu surga terlihat indah,
Itulah sebesar-besarnya hadiah,
Dunia singkat dan sementara,
Akhirat abadi dan selamnya,
Dunia tempat beramal dan berkarya,
Bukan tempat berbangga-bangga,
Akhirat tempat balasan pahala dan dosa,
Bukan lagi untuk bekerja,
Tak ada arti harta n kemewahan dunia,
Dan tak ada arti sesalan di sana,
Bergembiralah anda,
Karena ruh masih bersemayam di jiwa,
Kematian belum menyapa,
Anda masih hidup di dunia,
Ingatlah selalu ayat ini di dada,
وتزودوا فإن خير الزاد التقوي.
"Berbekallah kalian sungguh sebaik-baik bekal adalah Taqwa" (QS. 2 : 197) read more
Oleh : Samsul Basri
Waktu bergulir cepat
Berlalu hilang, pergi tak
mendekat
Berganti bulan, hari, jam dan
menit
kini waktu menyapa hangat
Sejuta misteri menyambut tak
terlihat
Baik atau buruk, kejutan yang
melekat
Hidup di dunia memang penat
Sementara, dan begitu singkat
Itulah takdir Sang Maha Kuat
Hanya Ulul Albab yang berjiwa
hebat
yang bisa memetik manfaat.
Senyum sumringah penghujung Sya’aban
Menyambut Tamu penuh kemuliaan
Bintang gemintang dalam kegelapan
Bagai lampu penuntun jalan
Langit cerah biru menawan
Permadani alam dihamparkan
Kicau Burung bernyanyi melantun
Pepohonan menari mengibas angin
Ombak beradu bagai parade di lautan
Gunung kekar, tenang dalam barisan
Tamu agung dalam perjalanan
Tampak anggun dengan sejuta kemenangan
Marhaban ya Ramadhan
Allah berseru,
يآيها الذين آمنوا
“Wahai orang-orang yang beriman”
Wahai yang bersedia menyambut
seruan
Wahai yang bersegera dalam
kebaikan
Wahai Yang melapangkan dada
untuk pengabdian
Wahai yang dikarunia jiwa tenang
dan aman
Engkaulah yang Tergerak dan
terpanggil untuk ketaatan
كتب عليكم الصيام
“Diwajibkan atas
kalian berpuasa”
Menahan lapar dan dahaga
Terhadap si miskin menjadi peka
Persaudaraan semakin terasa
Qiyamullail 11 rakaat dijaga
Ibadah malam jadi terbiasa
Cinta hamba semakin nyata
Lembar demi lembar al-Qur’an terbaca
Demikian pula hadits dan kitab ulama
Kajian pagi dan sore membahana
Sebulan lamanya tak terasa
Karena hari penuh dzikir dan doa
buruk, keji, maksiat dan dosa
ditinggalkan selamanya.
كما كتب على الذين من قبلكم
“Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian”
Merekalah yang menapaki jalan
kesuksesan
Penuh kesabaran dan keridhaan
Menjadikan Allah sebagai tujuan
Cita-cita surga menjadi balasan
Merekalah Para Nabi, Siddiqin, Syuhada
dan shalihin
لعلكم تتقون
“Agar kalian menjadi
hamba yang bertakwa”
Pemenang yang sebenarnya
Hidup berkah dan bahagiah di dunia
Terbebas siksa kubur yang membara dan mendera
di Mahsyar Berkumpul sejahtera
catatan amal penuh kebaikan suka cita
Melewati shirat sekejap kedipan mata
Mampir di Telaga Rasul menghilangkan dahaga
Tanpa hisab dan azab melangkah menuju Surga
Itulah Sebesar-besar pahala
Dari Allah yang Maha Mulia
Berpuasalah wahai Insan yang
beriman
Titilah jalan pendahulu kalian
Jangan sombong, tak berbelas
kasihan
Setiap hidup berjumpa kematian
Boleh jadi ini terakhir ramadhan
Siapkanlah bekal takwa untuk
perjalanan
Raihlah pahala banyak untuk
kemenangan
Boleh jadi ramadhan tahun depan
Menjadi sebuah harapan
Karena umur tidak kesampaian.
read more
Oleh : Mardin (Abu Sulaeman)
Jangan tanya
tentang jalan hidupku
ia adalah
tangga obsesi besar
Merajut
cinta membumbung langit
Dirimu Mungkin
tak sudi menapakinya
Pahitnya derita
harus ditahan
Intimidasi
dan hinaan bagai angin berlalu
Tersisih
bahkan asing di negeri sendiri adalah biasa
Segudang persoalan
jelas di pelupuk mata
Langkah tertati
meraba dalam gelap
batu terikat
menahan lapar perut terlilit,
kerongkongan
mengemis kehausan
butiran
air mata menetes dalam hening menahan sakit
lelah, letih,
capek, berkuah keringat
itulah warna-warni
hidup yang ku jalani kawan
Banyak jalan bisa kau susuri
Membuka pintu
manisnya dunia
Jatuh
dalam dekapan indah nan menawan
Tertaut
dengannya, mengikat banyak hati
menghijaukan
pandangan bagi pemuja
tapi jalanku
bukan itu kawan
Sungguh ia
jalan kumuliaan
Menuntut
perjuangan dan pengorbanan
seseorang mungkin
larut kemerlap dunia
tapi Aku
tetap teguh dan kokoh di atas jalan ini
jalan
kafilah para perindu surga
Tak
kubiarkan kaki lari menyimpang jalan itu
Sekiranya Nabi
Musa membelah laut merah dengan tongkatnya
Aku akan membelah
lautan dengan semangat
Kaki akan terus
berpijak di atas jalan dakwah,
Kuat, tak
bergeser, walau terjalnya kesengsaraan hidup harus ditapaki walau tubuh kecil
ini luka tersayat pisau penderitaan,
AKu tetap
di atas jalan ini kawan
Jalan ini,
medan lomba para penyeru kebaikan
jalan yang
ujungnya kebahagiaan
jalan yang
telah ditempuh ribuan tahun
oleh
manusia pilihan
oleh para
rasul Allah
hingga
mulia di puncak kenikmatan
Jangan kau
resah kawan
Tak perlu
sedih dengan diriku
Bagiku, ini
pilihan
Karena ia jalan
para nabi.
read more
By : SABAR (SAmsul BAsRi)
Puisi untuk sang pejuang,
Simaklah dengan tenang,
Motivasi untuk menang,
Sarana dosa terpampang,
Kita jangan jadi pembangkang,
Menuruti syahwat yang menyimpang,
Dipimpin iblis yang sombong,
Hidup di dunia tak lekang,
Kematian menghadang,
Perpisahan kan datang,
Selagi ruh di badan,
kita harus komitmen,
Fitnah bertebaran,
Sabar jadi keharusan,
Islam adalah kebenaran,
Allah Rabbul 'alamin,
Apa pun yang kita lakukan,
Ridha-Nya adalah tujuan,
Amalan kelak dipertanyakan,
Hanya 1 dari 2 pilihan,
Kemulian atau kehinaan,
Kemenangn atau kegagalan,
Jannah atau naarun,
Berbekallah dengan takwa, krn ia sbaik-baik bekal yang ada.
read more
Oleh : Samsul Basri
Hari Berlalu dan terus berganti
Menjauh dan tak sudi datang kembali
Umur adalah kumpulan hari
kelak habis dan pergi
Itulah akhir atau mati
Manusia hidup hanya sekali
Karena
dunia tak abadi
Dunia singkat sementara
Namun manusia lalai terlena
Sibuk dengan harta
Ibadahpun terlupa
Kelak akan sengsara
Di Akhirat, Api menyala
Panas
membara
By: Samsul Basri
Akhi.... galau adalah sahabat keputus asaan,
bukan tanda kemenangan,
jangan biarkan himmah (cita-cita) tertelan,
oleh syahwat yang tak terpuaskan,
dunia bukan tujuan,
Ayam tak punya pikiran
dan tak pernah berfikir kawin
namun ia selalu kawin
Antum bernilai karena IMAN
ILMU bagimu adalah penuntun
dan ISLAM adalah jalan keselamatan
fokus dengan tiga itu
bersbar dan jangan galau
yakinlah bidadari menunggu
itulah janji Rabb-mu read more
Akhi.... galau adalah sahabat keputus asaan,
bukan tanda kemenangan,
jangan biarkan himmah (cita-cita) tertelan,
oleh syahwat yang tak terpuaskan,
dunia bukan tujuan,
Ayam tak punya pikiran
dan tak pernah berfikir kawin
namun ia selalu kawin
Antum bernilai karena IMAN
ILMU bagimu adalah penuntun
dan ISLAM adalah jalan keselamatan
fokus dengan tiga itu
bersbar dan jangan galau
yakinlah bidadari menunggu
itulah janji Rabb-mu read more
By: Samsul Basri
Suara Guntur terdengar
keras
Hujan pun turun demikian deras
Sebagian Jiwa tertidur pulas
Air mengalir dari atas
Masuk Asrama tanpa batas
Ikhwan bangun berlarian
Sibuk dengan berbagai kerjaan
Antisipasi banjir menjadi keharusan
Saling membantu adalah kewajiban.
Wahai para da’i yang lelap mendengkur
Wahai para da’i yang mulai berfikir pacar
Wahai para da’i dengan semangat mengendur
Wahai para da’i yang hanya sibuk mencari
gelar
Wahai para da’i yang saling tahdzir
mentahdzhir
Wahai para da’i yang suka mencari salah
dan menganggap benar
Tidakkah engkau segera bangun tersadar
Dan mulai befikir
Tidakkah engkau melihat realitas sekitar
Dengan mata melebar
Maksiat membanjir
Menenggelamkan akhlak dan budi luhur
Menyisakan ribuan bahkan jutaan generasi
muda tak bermoral
Fitnah dan kurafat tumbuh menjamur
Masyarakat mengenal ilmu kian kabur
Belum lagi syirik mewabah dan menyebar
Merusak Aqidah tak kenal umur
Mendorong langkah menuju lembah binasa
membakar
Mana
rasa cemburu
Mana jiwa yang Satu
Mana potensi berpadu
Liberal melempar syubhat sana sini
Demi uang aqidah digadai
Syiah tampil seolah pejuang islami
Dengan takiyyah manusia dikelabui
Pejuang gender tampil unjuk gigi
Melawan Allah perempuan berani
Bersatulah wahai da’i
Kawan
Lawan jangan salah nilai
Rapatkan barisan jangan lari
Hadapi musuh jangan sendiri
Kibarkan jihad satukan potensi
Jangan takut dan rendah diri
Islam ajaran yang tinggi
Pijakkan langkah warnai bumi
Ilmu islam terus dikaji
Semangat jihad berkobar tiada henti
Niat besih dan suci
Tak peduli hidup atau mati
Selama ridha Allah di sisi
Itulah pejuang sejati
Pekikkan kalimat Takbir
Agar
jiwa tetap tegar
Prinsip Istiqamah tak bergeser
Bumi bergetar
Dan musuh gemetar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
8 Muharram 1433H
Ma’had Ulul Albab UIKA Bogor
0leh :
Samsul Basri
Wahai jiwa
yang lengah dan tengah terpedaya,
Betapa seringnya engkau larut dalam dosa,
Betapa mudahnya engkau digoda,
Syaitan la’natullah alaihi adalah musuh yang nyata,
Jangan kau ikuti langkahnya yang fana,
Menuju kesenangan syahwat sementara,
Ia datang dan
terus menggoda,
Menemanimu dalam canda dan tawa,
berbagi dalam suka dan duka,
Hidup bersamamu dalam miskin atupun kaya,
Jangan kau
tertipu dengan kesetiaan dan pengorbanannya,
Ia tidak mengingkan darimu kecuali sengsara,
ia butuh sahabat yang siap binasa,
Dalam neraka yang menyala,
Ia datang
dalam tirai malam yang gelap,
Berbisik lembut dan mendorongmu tahap demi tahap,
“Aktifkan internetmu ada berita mantap,”
“Klik youtube dan lihatlah yang terungkap”,
“gali dan cari terus hingga syahwat melahap”
Malam itu
telah kau lihat di layar belasan gadis remaja tak berpakaian,
Aurat wanita dipamer dan diobral murahkan,
Kartun jorok ikut tertonton,
Video adegan ranjang pun tak terelakkan,
Apakah engkau
menyesal dan menangis,
Bahkan engkau terus haus,
Tak peduli waktu (malam pagi siang atau sore) menggores,
Selagi lapang dan kesemptan luas,
Engkau akan mengulang dan mengulang tanpa puas,
Menjadi hobi menuruti nafsu buas.
Jangan engkau
larut wahai jiwa,
Duniamu akan sia-sia,
Akhiratmu lebih menderita,
Perbuatanmu adalah dosa,
Ingatlah Allah saja,
Takutlah pada-Nya Rabb yang Maha Kuasa,
Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya,
Engkau belum
terlambat,
Segeralah bertaubat,
Tolaklah Iblis dan tentaranya dengan kuat,
Perangi mereka penuh semangat,
hinga mereka lari , kentut dan terbirit birit,
Bertaqwalah
dikala ramai dan sendiri,
Jadikan doa, dzikir dan ibadah penyejuk hati,
Memberi warna hidup setiap hari,
Sebagai hamba hakiki,
Berharap Ridha Ilahi,
Perindu syurga sejati,
Itulah kemuliaan dan kemenangan abadi.
Bogor, 01
November 2012
Di Ma’had
Ulul Albab
kupersembahkan buat TUNAS LIDMI Indonesia ke-2
By : Samsul Basri
Sampai kapan manusia menentang… ?
Sampai kapan manusia membangkang…?
Sampai kapan manusia membingung …?
Dan sampai kapan maksiat terpampang…?
Aurat terlihat di sepanjang jalan,
Wanita dandan untuk dijajan… !!!
Hukum Allah tidak dihiraukan…!!!
Meminum miras…
Tak pernah puas …!!!
Harta panas dimakan buas
Di mata manusia ganas,
Hukum Allah menjadi Bias…!!!
Layar kaca sepanjang malam…
Acara kelam tak pernah padam …!
Disyahwat hitam kita tenggelam …
Hukum Allah tak diindahkan..!!!
Miskin dan fakir…
tak pernah terfikir…
uang membanjir …
bertambah kikir …
di mata manusia glamour
Hukum Allah tidak khawatir…
Muda-mudi membaur diri
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji
Belum nikah sudah berbayi
Nikah sirri jadi solusi
Hukum Allah tak dikaji.
Apa yang kau tunggu ???
Kita harus bersatu …!!!
Negeri kita harus disapu …
Bila kau terus termangu,
Kita semua kan tersapu.
Apa yang kau cari ???
Kita harus berani …!!!
Negeri kita terus menanti …
Bila kau terus berdiri,
Kita semua kan terbasmi.
Apa yang kau mau ???
Kita saling membantu …!!!
Negeri kita kian membatu …
Jangan bertopang dagu,
Menjadi orang yang malu,
Bagai bunga yang layu.
Mari bergerak satukan langkah …
Jangan biarkan jiwa resah…
Karena jalan kita tidak salah…
Onak dan duri memang susah…
Tapi Pahala terus berbuah …
Karena hidup dalam berdakwah,
Kelam… Mata memejam
Masa depan anak bangsa kian suram
Melupakan bangkai terbengkalai membungkam
Perjuangan belum maksimum
Masa depan anak bangsa kian suram
Melupakan bangkai terbengkalai membungkam
Perjuangan belum maksimum
Masa lalu Sahabat Nabi belum mengawan,
Saat pemuda Islam mengikat janji persaudaraan
Berikrar dalam satu Ikatan
Berpegang pada satu kata: Persatuan!
Saat pemuda Islam mengikat janji persaudaraan
Berikrar dalam satu Ikatan
Berpegang pada satu kata: Persatuan!
Wahai pemuda Islam sebagai perwakilan!
Tahukah kalian penuh kesadaran ?,
Tahukah kalian penuh kesadaran ?,
Pakaian Islam akan terkoyak berhamburan
Bila hanyut dalam perpecahan.
Bangkitlah pemuda Islam dimanapun kaki berpijak!
Genggam teguh satu keyakinan sambil bergerak,
Bangunan Islam Harus Tegak,
Genggam teguh satu keyakinan sambil bergerak,
Bangunan Islam Harus Tegak,
Demi kejayaan Islam di Kampus kelak.
Kini Tangan tengadah tanda meminta…
Kepada Allah Maha Menata…
Hati berharap penuh rasa
Komat kamit bibir bersua
larut jiwa dalam duka…
doa terpanjat suka ria…
Ya Allah, berilah hati yang teguh kepada Pemuda Islam…,
hanya untukMu dan karenaMu… Cinta tertanam,
demi agamaMu…, Jiwa terbenam,
dalam kegelapan kubur yang kelam,
Hidup damai dan tentram.
Tinta pena Pemuda Islam ditajamkan,
menebus muruah islam dimenangkan…,
Langkah kaki bertaut mengayun,
rumahMu ya Allah menjadi tujuan…,
ketika adzan 5 waktu mengalun.
Diam mereka zikir dan fikir…,
kata mereka benar…, Dan hanya yang benar…,
Raayatul islam harus berkibar
kebangkitan Ummah harus menjamur.
Ya Allah, Hiasi hidup pemuda dakwah
dengan permata suri solehah…,
Menghibur suami yang sah…,
Dengan puisi wahyu dariMu yang Maha Indah.
Menenangkan jiwa kami dengan Islam dan Iman,
Menitip rindu pada sebuah kematian…,
Yang menjadi jambatan pertemuan,
denganMu Yang Maha Rahman…,
Amin… Ya Rabbal alamin.
Langganan:
Postingan (Atom)





