Spirit Muharram spirit Hijrah (Tadabbur QS. Al-Baqarah : 218)


 Hasil gambar untuk gambar spirit muharram

Oleh : Samsul Basri, S.Si, M.E.I

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Albaqarah : 218)

Pelajaran dari ayat ini :

Pertama, siapa saja yang mengharapkan rahmat dan ampunan Allah, hendaknya berpegang pada tiga prinsip utama dalam ayat ini yaitu "beriman”, “berhijrah”, dan “berjihad”.  Beriman berarti meyakini, membenarkan dan mengamalkan apa yang telah disyariatkan oleh Allah. Kemudian berhijrah, yang berarti beralih atau berpindah atau meninggalkan setiap sesuatu baik yang berkaitan dengan keyakinan, perbuatan, tempat, situasi dan kondisi yang belum sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dan jihad adalah kesungguhan jiwa untuk berkorban waktu, tenaga, fikiran, materi dan raga demi kuat dan tegaknya ajaran Islam di muka bumi baik melalui sabetan pedang, lisan ataupun tulisan.

Kedua, pada potongan ayat "Alladziina aamanuu walladziina haajaruu wa jaahaduu" (orang-orang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad), terlihat bahwa kata hijrah dirangkai dengan kata Iman yaitu dengan diulangnya kalimat alladzina pada "alladzina amanu walladzina haajaru" menunjukkan dan menegaskan bahwa hijrah itu hanya dibangun dan didorong karena kekuatan Iman yang kuat. Dalam kitabul iman yang diriwayatkan Imam bukhori, “orang yang berhijrah yaitu orang yang meninggalkan apa2 yang dilarang Allah subhanahu wa ta'ala.” Seorang tokoh, dukun atau warga biasa mau berhijrah dari keyakinan yang terjangkiti syirik kepada tauhid karena kekuatan iman. Seorang pebisnis atau pedagang bisa dan berani meninggalkan transaksi ribawi karena kekuatan iman. Seorang pejabat tidak terjerat kasus korupsi, suap menyuap juga karena kekuatan iman. Seorang wartawan tidak menulis dan menyebarkan berita dusta karena kekuatan iman. Seorang pemuda dan pemudi meninggalkan zina (pacaran) karena kekuatan iman. Dan apa saja yang tidak sejalan dengan prinsip ajaran Islam hanya bisa ditinggalkan oleh seseorang karena kekuatan iman.

Ketiga, sedangkan Kalimat "jaahaduu" tidak dimulai dengan kalimat "walladziina" sehingga kata jihad diposisikan dengan kata hijrah bahwa hijrah serta jihad itu harus didasari atau dilandasi keimanan. Seorang da'i di jalan Allah berjihad dengan harta, waktu, tenaga, fikiran dan raganya mengajarkan islam kepada umat tak mengenal siang dan malam, bercampur semangat, lelah dan letih melalui lisan dan penanya, serta dengan pedangnya  kehormatan Islam dibela, adalah bukti kekuatan Imannya.

Keempat, hendaknya disadari dan dipahami bahwa hidayah dalam menjalankan ibadah dan amal shaleh serta balasan pahala  adalah rahmat dan karunia Allah yang tak ternilai. Maka seorang muslim harus selalu mengharapkan rahmat Allah. Namun ayat ini menegaskan bahwa sikap rajaa' (berharap) itu harus diikuti dengan tindakan nyata atau sebab-sebab memperoleh keberuntungan. Adapun yang diiringi sikap malas dan tidak mengerjakan sebab, maka hal itu merupakan kelemahan dan tipu daya. Pada potongan ayat yang artinya, "Mereka itu mengharapkan rahmat Allah" mengisyaratkan bahwa jika seorang hamba mengerjakan amalan apa pun bentuknya, jangan sampai bersandar dan bergantung pada amalan tersebut, bahkan hendaknya ia mengharapkan rahmat Tuhannya, mengharap agar amalnya diterima, dan dosa serta aibnya ditutupi dan diampuni.

Kelima, Allah mengakhiri ayat ini dengan kalimat “Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Menurut para mufassir, Kata al-ghofur dalam kalimat ini memiliki arti menutup atau menutupi dosa berbeda dengan al-afwu yang artinya memaafkan. Al-ghofur berarti memberikan pengampunan berupa ditutupinya dosa tanpa didahului sebelumnya dengan hukuman. Berbeda dengan al-afwu, dimana seseorang diberikan hukuman terlebih dahulu sebelum dimaafkan. Sedangkan Ar-Rahiim bermakna yang memberi kasih sayang. Allah memberikan kasih sayang kepda orang-orang yg dikehendaki.

Saya berdoa kepada Allah yang Maha Agung, pemilik Arsy yang Agung semoga Ia menjadikan diri ini dan diri anda mengawali tahun baru Islam 1437H ini dengan spirit baru, spirit iman, spirit hijrah dan jihad. Dan semoga rahmat dan kasih sayang-Nya senantiasa tercurah bagi kita semua. (Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin)

0 komentar: